PBB Tak Setuju Soal Pemindahan 100 Ribu Etnis Rohingya dari Bangladesh

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan masih tidak menyetujui rencana pemerintah Bangladesh yang akan memindahkan sekitar 100 ribu etnis Rohingya ke Pulau Bhashan Char.
PBB Tak Setuju Soal Pemindahan 100 Ribu Etnis Rohingya dari Bangladesh
Sekjen PBB, Antonio Guterres (time.com)

Washington, Nusantaratv.com -Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan masih tidak menyetujui rencana pemerintah Bangladesh yang akan memindahkan sekitar 100 ribu etnis Rohingya ke Pulau Bhashan Char.

 PBB tak menyetujui hal itu lantaran lokasi penampungan itu dirasa tidak layak karena penuh lumpur dan kerap terendam banjir rob jika air laut sedang pasang, serta kerap diterjang badai.

"Sekarang semuanya jadi serba tidak pasti. Mereka [PBB] tetap belum setuju dengan rencana pemindahan itu," ujar Menteri Manajemen Bencana dan Bantuan Bangladesh, Enamur Rahman, seperti dilansir AFP, Senin (4/11/19).

Sebelumnya, Bangladesh mengklaim saat ini ada 3,500 kepala keluarga Rohingya yang siap dipindahkan. Prosesnya akan dilakukan pada November sampai Februari ketika laut masih tenang.

Sedangkan menurut badan PBB untuk pengungsi, UNHCR, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), dan Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan dalam rapat pulau itu terisolasi dan mudah diterpa banjir. 

Mereka meminta sejumlah persyaratan untuk dipenuhi terlebih dulu, seperti tersedianya pelayaran berkala dari pulau yang terletak di Teluk Bengala ke pelabuhan Bangladesh yang terdekat.

"Demi keamanan dan keberlangsungan kehidupan di Bhashan Char, PBB menginginkan hendaknya proses itu dilakukan secara sukarela dan melalui pendampingan teknis," kata Juru Bicara UNHCR, Louise Donovan.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk menjamin keselamatan etnis Rohingya jika ada yang akan kembali ke kampung halamannya di negara bagian Rakhine.

"Myanmar bertanggung jawab untuk memastikan lingkungan yang kondusif demi keamanan pemulangan pengungsi yang berkelanjutan," kata Guterres di Konferensi Tingkat Tinggi di Bangkok, Thailand.(Cal) 

 



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0