AS Akan Mundur dari Kesepakatan Iklim Paris, Mengapa?

Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan memulai proses pengunduran diri secara resmi dari Kesepakatan Iklim Paris.
AS Akan Mundur dari Kesepakatan Iklim Paris, Mengapa?
Bendera Amerika Serikat (pxhere)

Washington,  Nusantaratv.com - Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan memulai proses pengunduran diri secara resmi dari Kesepakatan Iklim Paris. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, pada Senin (4/11/19).

"Hari ini AS akan memulai proses pengunduran diri dari Perjanjian Paris. Sesuai ketentuan perjanjian, AS akan mengajukan pemberitahuan resmi terkait pengunduran diri tersebut kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pengunduran diri tersebut akan mulai berlaku satu tahun sejak pengiriman pemberitahuan," kata Pompeo seperti melansir CBB Selasa (5/11).

Hal tersebut dilakukan usai Presiden Donald Trump memutuskan AS keluar dari perjanjian tersebut pada 2017 lalu. 

Dia juga menggulirkan kebijakan pembatasan energi, salah satunya Clean Power Plan, yang menjadi prioritas utamanya.

Kepala Staf Gedung Putih, Mick Mulvaney, menuturkan bahwa pembahasan perubahan iklim tidak akan menjadi agenda dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 pada tahun depan. Apalagi Trump absen dalam KTT Aksi Iklim PBB pada September lalu.

Keputusan itu menunjukkan AS tidak akan berperan di dalam penyelesaian krisis perubahan iklim, walaupun dampak buruk dari perubahan iklim sudah jelas.

Meski menolak berpartisipasi dalam Perjanjian Paris, Pompeo mengatakan AS akan tetap menawarkan solusi yang pragmatis dan realistis berdasarkan hasil survei terkait inovasi dan pasar bebas dari seluruh dunia.

"Dalam diskusi iklim internasional, kami akan tetap menawarkan model [solusi] yang pragmatis dan realistis berdasarkan hasil survei terkait inovasi dan pasar bebas berdasarkan catatan [dari survei] seluruh dunia untuk kemakmuran yang lebih besar, emisi yang berkurang dan sumber energi yang lebih aman," ujar Pompeo.

Berdasarkan kerangka perjanjian Paris, Senin kemarin merupakan waktu paling awal bagi pemerintah AS untuk memberi tahu PBB terkait pengunduran diri mereka. 

Namun, proses tersebut tidak dapat diselesaikan hingga satu tahun ke depan, tepatnya pada 4 November 2020, atau satu hari setelah pemilihan presiden 2020.

Trump sebelumnya pernah mengecam Perjanjian Paris dengan mengklaim bahwa perjanjian itu menyulitkan rakyat AS dan menguntungkan perusahaan luar negeri. 

Namun, bagi para pendukung perjanjian tersebut, mundurnya AS dari Perjanjian Paris berarti akan ada kesempatan di bidang ekonomi yang hilang bagi perusahaan AS.(Cal) 



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0