Afrika Selatan Hentikan Pengiriman Senjata ke Beberapa Negara :: Nusantaratv.com

Afrika Selatan Hentikan Pengiriman Senjata ke Beberapa Negara

Afrika Selatan memblokir penjualan senjata ke sejumlah negara, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Afrika Selatan Hentikan Pengiriman Senjata ke Beberapa Negara
Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa (Aljazeera)

Cape town, Nusantaratv.com- Afrika Selatan memblokir penjualan senjata ke sejumlah negara, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). 

Melansir Reuters, pemblokiran itu  terjadi karena adanya sengketa inspeksi yang membahayakan bisnis miliaran dolar dan ribuan pekerjaan di industri persenjataan.

Penghentian tersebut terkait dengan adanya klausa dalam dokumen ekspor yang mengharuskan pelanggan asing berjanji untuk tidak mentransfer senjata ke pihak ketiga. 

Selain itu, pejabat Afrika Selatan juga berhak memeriksa fasilitas mereka untuk memverifikasi kepatuhan. 

Baca Juga : Heboh! Demi Ungkap Hal Ini, Polisi Jerman Minta 900 Pria Lakukan Tes DNA

“Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang menyumbang setidaknya sepertiga dari ekspor senjata Afrika Selatan dan terlibat dalam perang di Yaman, menolak inspeksi yang mereka anggap melanggar kedaulatan mereka,” kata sumber Reuters tersebut.

‌Oman dan Aljazair juga menolak inspeksi tersebut, sehingga impor senjata dari Afrika Selatan diblokir, tambah pejabat industri itu.

‌Ditanya tentang masalah klausa inspeksi, Ezra Jele, Direktur Pengendalian Senjata Konvensional di Kementerian Pertahanan Afrika Selatan mengatakan, pemerintah mempertimbangkan beberapa klausa ketika mengevaluasi izin ekspor senjata, termasuk diantaranya isu hak asasi manusia, konflik regional, risiko pengalihan, resolusi Dewan Keamanan PBB dan kepentingan nasional.

‌Asosiasi Industri Dirgantara, Maritim dan Pertahanan Afrika Selatan (AMD) mengatakan perselisihan itu dapat mengancam kelangsungan hidup sektor ini.

‌“Kami memiliki satu klausa yang melumpuhkan ekspor kami senilai 25 miliar rand (AS$1,7 miliar) saat ini,” Simphiwe Hamilton, kepala AMD, mengatakan kepada Reuters.

‌Badan industri memperkirakan pemblokiran ekspor tersebut dapat menyebabkan hilangnya hingga 9.000 pekerjaan di perusahaan pertahanan dan industri pendukung.(Cal) 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1