Biadab! Bocah 13 Tahun Dikubur Hidup-hidup oleh Paman dan Bibinya

Pelaku tega berbuat keji terhadap korban dan adiknya lantaran dendam kepada orang tua korban

Ilustrasi kekerasan terhadap anak-anak/ist

Pekanbaru, Nusantara TV-Dua bocah kakak beradik menjadi korban kebiadaban paman dan bibinya sendiri. Sang kakak tewas dikubur hidup-hidup. Sementara sang adik berhasil diselamatkan.

Aksi keji pelaku baru terbongkar dua tahun setelah peristiwa.  Kasus pembunuhan terhadap anak perempuan berinisial ML (13) yang terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau pada akhir 2019. Terungkapnya pembunuhan ini setelah sang adik yang didampingi keluarga melaporkan kasus tersebut ke Polres Kuansing pada 31 Mei 2021.

Adik korban mengungkapkan dirinya sering diperlakukan kasar oleh bibinya. Kakaknya meninggal dunia dan dikubur dengan dibungkus karung di belakang pondok di kebun karet.

"Saat dikubur kondisi kakaknya dalam keadaan masih hidup," kata Kapolres Kuansing AKBP Henky Pierwanto dikutip dari Okezone, Rabu (9/6/2021).

Polisi menemukan jasad korban dikubur di Desa Jake Kecamatan, Kuantan Tengah, yang lokasinya ada di tengah areal perkebunan karet masyarakat, atau sekitar 150 meter dari tempat tinggal pelaku.

Baca juga: UNICEF Mengutuk Pembunuhan Anak-anak di Kongo

Saat digali, ada karung plastik warna putih dan celana warna hijau serta kerangka diduga manusia. Diperkirakan korban meninggal dunia pada akhir Desember 2019.

Kapolres mengatakan, kekerasan itu dilakukan pelaku secara berulang-ulang hingga korban meninggal dunia. Selain korban ML, kedua pelaku juga menyiksa adiknya AL (11). 

Meski mengalami patah tulang dan luka berat di tubuhnya AL berhasil diselamatkan. Pelakunya adalah DL (27) dan BNZ (27), yang merupakan bibi korban dan suami barunya.

Pembunuhan tersebut dipicu aksi balas dendam terkait dengan pembunuhan IH suami DL sebelumnya yang terjadi pada Desember 2018. 

"Berdasarkan keterangan pelaku DL, perbuatan kekerasan tersebut dilakukan didasari motif ada unsur dendam terhadap orangtua korban," katanya.

BL orang tua korban sedang menjalani hukuman penjara atas vonis seumur hidup pada awal Oktober 2019 lalu oleh Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Kuansing. Saat BL dipenjara, kedua anaknya itu dirawat oleh paman dan bibinya lantaran ibunya sudah lama meninggal dunia.

Pelaku berhasil ditangkap di sebuah perkebunan karet di Bukti Suligi, Kecamatan IIIX Koto Kampar, Kabupaten Kampar. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK