Pemilik Usaha Makanan Padang Babi Dibawa ke Polsek Kelapa Gading

Nusantaratv.com - 10/06/2022 21:36

Ilustrasi. (Istimewa)
Ilustrasi. (Istimewa)

Penulis: Bayu Koosyadi

Nusantaratv.com - Pemilik usaha nasi padang babi bernama Sergio dibawa ke Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut), guna dimintai keterangan pada Jumat (10/6/2022).

Namun demikian Kapolsek Kelapa Gading Kompol Vokky Sagala tak menjelaskan lebih lanjut apa saja keterangan yang akan digali dari pemilik usaha tersebut. "Dibawa ke Polsek dulu, kita mintai keterangan dulu," ungkap Vokky kepada segenap media.

Sebelumnya, dua anggota DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar), Andre Rosiade dan Guspardi Gaus mengkritik usaha kuliner khas Minangkabau yang menjual menu rendang berbahan daging babi.

Kedua politisi tersebut mengatakan bahwa usaha kuliner itu telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Minang mengingat menjual makanan yang diolah dari daging babi.

"Saya sudah mendengar soal restoran di Jakarta yang bikin keresahan masyarakat Minang. Hal ini disebabkan restoran itu mengolah daging babi menjadi masakan berupa rendang," ungkap Andre dikutip dari CNN, Jumat (10/6/2022).

Andre menyebut banyak masyarakat Minang yang protes dengan rendang babi, yakni rendang yang dijual oleh usaha kuliner itu. Andre yang juga Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) juga mengimbau usaha kuliner tersebut menghilangkan unsur Minang dan tak lagi menjual rendang babi.

Pada kesempatan terpisah, Guspardi Gaus menyampaikan nasi padang dengan berbagai menunya merupakan produk kuliner dari Minangkabau yang seharusnya berstatus halal. "Apa maksud dan motif pemilik restoran menyediakan makanan nonhalal dengan menggunakan nama menu khas Minangkabau?" tanya Gaus.

Politikus PAN itu menduga pemilik usaha kuliner memanfaatkan dan mendompleng ketenaran makanan khas Minangkabau untuk usaha tapi dengan mengabaikan etika dan merusak tradisi dan citra masakan khas Minangkabau serta menyalahi adat dan budaya masyarakat Minangkabau. "Penggunaan identitas Minangkabau dalam menu masakan padang nonhalal ini jelas tidak lazim dan tidak bisa diterima," lanjut Gaus.

Sementara itu, mengutip dari detik.com, Sergio selaku pemilik usaha mengaku kaget bisnis kulinernya menjadi viral. Menurutnya, usaha tersebut telah lama tidak beroperasi. "Saya juga kaget (usahanya viral)," ungkap Sergio di Kantor RW 11 Kelurahan Kelapa Gading Timur, Jakut, Jumat (10/6/2022).

Sergio mengatakan usaha tersebut dimulai saat pandemi Covid-19 atau awal 2020. Dia menyebut usahanya itu hanya berjalan sekitar 3 bulan.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in

Berita Terkait
Tumis Sawi Putih campur wortel-1660394233
Es Goyobod-1660230577
Cimol Mozarella-1660138231
Rambutan goreng-1660136545