Kopi-Kopi Legendaris di Kota Bandung

Nusantaratv.com - 28/05/2022 14:33

Minum Kopi bisa menjadi mood booster dalam beraktivitas. (portalmadura.com)
Minum Kopi bisa menjadi mood booster dalam beraktivitas. (portalmadura.com)

Penulis: Armansyah | Editor: Supriyanto

Nusantaratv.com - Kini banyak hadir kedai kopi dengan konsep unik di kota Bandung. Untuk pencinta kopi, salah satu agenda yang bisa dicoba adalah ‘cafe hopping’ atau mengunjungi beberapa kafe/gerai kopi sekaligus saat di kota kembang. Beragam minuman kopi yang inovatif membuat minuman ini semakin digemari masyarakat.

Minum kopi selain kini menjadi bagian dari gaya hidup, juga diakui bisa menjadi mood booster, dalam beraktivitas.

Mencari kedai kopi di Bandung bukanlah hal yang sulit. Pasalnya sekarang banyak kedai kopi bermunculan di Kota ini, tempatnya pun beragam. Ada kedai kopi kecil tapi nyaman, dan ada juga yang besar dan instagramable. Saking banyaknya kedai kopi terkadang kita bingung untuk memilih tempat ngopi, karena semua kedai ditata dengan apik dan nyaman, sehingga penikmat kopi betah untuk berlama-lama menikmati secangkir kopi.

Saat kita berada di kota Bandung, jangan lewatkan untuk mampir di kedai kopi legendaris. Kopi di kedai ini seakan menjadi ‘trade mark’ kopinya urang Bandung. Dikutip dari detikfood, Berikut 5 kedai kopi legendaris yang wajib dicoba saat kamu datang ke Kota Bandung. Di gerai ini tersedia biji kopi, bubuk kopi, dan minuman kopi yang bisa dicoba di tempat.

1. Kopi Aroma


Kedai Kopi Aroma (Foto: Anindyadevi Aurellia)

Siapa yang tak kenal dengan Koffie Fabriek Aroma atau Kopi Aroma. Gerai kopi ini jadi yang paling kondang di Bandung. Mereka punya dua jenis kopi yakni Mokka Arabika dan Robusta.

Jika sedang berjalan kaki di bahu Jalan Banceuy, perlahan akan tercium aroma kopi yang sangat menggugah selera. Berdiri sejak tahun 1930, awalnya bisnis ini dibangun Tan Houw Sian. Kini, bisnis keluarga ini diurus generasi kedua yakni Widyapratama.

Terletak di Jalan Banceuy No. 51, Bandung, gerai kopi ini sangat mengutamakan kualitas. Mereka tak menjual secara online, hanya menerima pembelian secara langsung dan tunai, kemudian tidak memiliki cabang atau kafe.

Jika ada yang ingin membeli dengan kuantitas besar seperti 10 kilogram, tidak akan diberikan karena pembeli diminta membeli sesuai kebutuhan. Sebab, kopi disarankan untuk dikonsumsi dalam waktu 2 minggu sampai 1 bulan untuk menjaga aromanya.

Sebelum pandemi, antrean untuk membeli kopi ini mengular. Bahkan banyak yang rela antre sejak pukul 06.30 WIB meski jam buka baru pukul 09.00 WIB.

2. Kopi Javaco


Kedai Kopi Javaco (Foto: Anindyadevi Aurellia)


Bergeser sedikit ke Jalan Kebonjati No. 69, Kebonjeruk, Bandung, ada Kopi Javaco yang merupakan merek kopi tertua di Bandung. Kopi ini didirikan tahun 1928 oleh Liem Kiem Gwan. Kini, usaha keluarga ini dikelola generasi keempat yakni Hermanto.

Terdapat empat jenis kopi yang dijual yakni Arabika, Robusta, Melange, dan Tip-Top. Dua jenis kopi terakhir yang ditawarkan mungkin sedikit asing, karena kita biasa hanya mendengar robusta dan arabika.

Melange adalah Robusta grade 1 yang memiliki sedikit rasa dan aroma kayu manis. Sementara untuk Tip-Top adalah Robusta grade 2. Semua jenis kopinya hanya tersedia dalam bentuk gilingan medium.

3. Kopi Kapal Selam


Kedai Kopi Kapal Selam (Foto: Anindyadevi Aurellia)

Gerai Kopi Kapal Selam tak kalah legendaris karena sudah ada sejak 1930. Lokasinya di Jl. Pasar Barat, Kebon Jeruk, Bandung. Bisnis ini telah turun ke generasi kedua. Penamaan kedai kopi ini diperoleh melalui cerita yang sederhana, yakni saat Perang Dunia II terjadi, kapal selam diluncurkan dimana-mana. Akhirnya memori itulah yang menjadi nama kedai kopi ini.

Mereka menjual menu sangat lengkap, mulai dari kopi bubuk, bubuk kasar, biji, aneka kopi yang dimiliki Indonesia. Tak hanya kopinya, namun di kedai ini juga memamerkan aneka mesin kopi, serta menjual sirup-sirup untuk olahan kopi.

Karena kelengkapan dan legendarisnya, toko ini selalu dihampiri pembeli dan kuli-kuli yang mengangkut stok berkarung-karung banyaknya.

4. Kopi Purnama


Kopi Purnama (Foto: Instagram warungkopipurnama)

Berdiri sejak 1930, kedai ini awalnya didirikan Jong A Thong dengan nama “Chang Chong Se”, yang berarti “Selamat Mencoba!”. Namun, karena saat kepemimpinan Soeharto terdapat larangan menggunakan bahasa asing, akhirnya berganti nama menjadi Kopi Purnama.

Kedai kopi ini tak hanya menjajakan biji dan bubuk kopi. Namun juga menjadi tempat nongkrong dan makan.

Tempatnya kecil namun sangat cantik, mengingatkan kita pada bangunan Tionghoa Melayu, seperti kopi tiam di luar negeri.

Disini tak hanya tersedia minuman kopi, namun salah satu yang jadi ciri khas Kopi Purnama adalah menu roti selai srikaya miliknya. Letaknya ada di Jalan Alkateri No.22, Braga, Bandung. Namun jika datang ke sini, pastikan sabar karena antrean bisa mengular hingga trotoar jalan.

5. Kopi Malabar


Warung Kopi Malabar (Foto: YouTube Street Foods Village)

Kopi ini juga salah satu yang legendaris di Bandung. Seperti kedai kopi lainnya, saat menginjak bahu jalan akan mulai tercium aroma kopi yang sangat wangi. Letaknya tak jauh, yakni di Jalan Gardujati, Nomor 27, Kebonjeruk, Bandung.

Kedainya cukup kecil, bahkan sepintas mungkin Anda yang belum tahu mengira kedainya tutup. Letaknya menyatu dengan ruko yang lain. Masih dibuat dengan gilingan manual, kopi di sini memiliki wangi yang merebak hingga tercium meski pintu kedai tertutup.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in

Berita Terkait
Tumis Sawi Putih campur wortel-1660394233
Es Goyobod-1660230577
Cimol Mozarella-1660138231
Rambutan goreng-1660136545