Nusantaratv.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada masa Presiden Joe Biden mengambil langkah tegas terhadap teknologi otomotif asal China dan Rusia dengan memperketat aturan impor kendaraan terhubung (connected vehicles) ke Amerika Serikat (AS).
Namun di tengah kebijakan keras tersebut, Volvo justru mendapat pengecualian khusus dari pemerintah AS.
Menjelang berakhirnya masa pemerintahan Biden, Departemen Perdagangan AS merampungkan regulasi yang melarang penjualan dan impor perangkat keras maupun perangkat lunak kendaraan terhubung dari China dan Rusia.
Kebijakan ini diambil dengan alasan keamanan nasional. Demikian dilansir dari Carscoops, Rabu (27/5/2026).
Pemerintah AS menilai operasi spionase dan ancaman siber dari China masih menjadi risiko serius bagi infrastruktur penting dan keselamatan publik di Negara Paman Sam tersebut.
Aturan tersebut mencakup larangan terhadap sistem konektivitas kendaraan seperti Bluetooth, jaringan seluler, satelit, modul Wi-Fi, hingga teknologi pengemudian otomatis.
Pembatasan perangkat lunak mulai berlaku untuk model kendaraan tahun 2027, sedangkan pembatasan perangkat keras diterapkan mulai model tahun 2030.
Meski regulasi itu berpotensi menghantam banyak produsen otomotif yang memiliki keterkaitan dengan China, Volvo justru berhasil mendapatkan "otorisasi khusus" dari Kantor Teknologi dan Layanan Informasi dan Komunikasi AS.
Pengecualian ini membuat kendaraan dan teknologi Volvo tidak terdampak larangan dalam aturan Pengamanan Rantai Pasokan Teknologi dan Layanan Informasi dan Komunikasi untuk kendaraan terhubung.
Volvo menyebut keputusan tersebut diperoleh setelah melakukan diskusi intensif dengan Departemen Perdagangan AS dan sejumlah pejabat pemerintah Amerika terkait tata kelola perusahaan, teknologi, serta keamanan data.
Sebagai informasi, Volvo memang dimiliki oleh grup otomotif China, Geely, sehingga sebelumnya sempat terdampak ketegangan hubungan antara Beijing dan Washington.
Dengan adanya izin khusus tersebut, Volvo memastikan rencana ekspansinya di pasar Amerika Serikat tetap berjalan.
AS sendiri merupakan salah satu pasar terbesar Volvo dan menjadi lokasi pabrik penting mereka di Charleston, South Carolina. Pabrik yang mulai beroperasi sejak 2017 itu saat ini memproduksi Volvo EX90 dan Polestar 3.
Volvo juga berencana menambah dua model baru hingga 2030, termasuk XC60 yang dijadwalkan mulai diproduksi pada akhir tahun ini.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh