Benarkah BAB Berdarah Pertanda Adanya Kanker?

Buang air besar (BAB) berdarah, adalah kondisi dimana terdapat darah dalam feses. Feses berdarah menjadi petunjuk adanya perdarahan atau luka di saluran pencernaan.

Ilustrasi penampakan usus besar
Nusantaratv.com - Buang air besar (BAB) berdarah, adalah kondisi dimana terdapat darah dalam feses. 
Feses berdarah menjadi petunjuk adanya perdarahan atau luka di saluran pencernaan. Kalau BAB berdarah terjadi berulang kali, dapat menjadi petunjuk serius adanya gangguan pada organ pencernaan. Karena itu kalau mengalami hal seperti ini segera pergi ke dokter, agar segera mendapat perawatan.
 
BAB berdarah bisa juga disebabkan oleh ambeien atau wasir. Namun, kalau hal ini sering terjadi, bisa jadi pertanda adanya kanker pada organ saluran pencernaan.
 
Beragam penyebab BAB berdarah, diantaranya kanker
 
BAB berdarah menjadi salah satu gejala umum dari adanya penyakit kanker di saluran pencernaan. Terlebih kalau hal ini disertai dengan penurunan berat badan secara cepat, demam, anemia, dan pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar tulang leher.
 
Anda juga perlu mencermati penampakan fesesnya. Apabila BAB berupa diare encer disertai darah segar, ini mungkin pertanda kanker lambung. Bila warna darahnya merah tua agak kehitaman, bisa jadi ini pertanda adanya kanker usus. Sebaliknya, bila mengalami BAB yang disertai darah dan lendir, juga terasa seperti ada benda asing yang mengganjal rektum (saluran pembuangan feses), ini mungkin pertanda kanker rektum.

Kanker pada saluran pencernaan banyak dialami oleh orang-orang yang telah berusia 50 tahun ke atas. Namun tidak semua BAB berdarah disebabkan oleh adanya kanker. 
 
Selain dugaan kanker, beberapa kondisi di bawah ini juga bisa jadi penyebab BAB berdarah:
 
  • Luka pada lambung akibat infeksi bakteri H. Pylori, atau karena konsumsi obat nyeri NSAID dalam jangka waktu terlalu lama.
  • Pembesaran pembuluh darah vena pada kerongkongan. Ketika pembuluh darah tersebut pecah, dapat terjadi perdarahan dalam jumlah yang sangat banyak.
  • Wasir alias ambeien, yang terjadi akibat rusaknya pembuluh darah vena pada anus dan rektum. Wasir seringkali dialami pada orang sulit BAB.
  • Peradangan pada saluran cerna akibat infeksi bakteri, misalnya Shigella dan E. coli, atau bahkan protozoa seperti Entamoeba histolytica. Makhluk-makhluk mikroskopik ini menghasilkan racun yang kemudian akan merusak dinding saluran pencernaan. Akibatnya, Anda dapat mengalami diare berbau busuk yang disertai darah dan lendir.
  •  
Tips mengurangi risiko terjadinya BAB berdarah
 
Berikut beberapa tips mengurangi terjadinya BAB berdarah, di antaranya:

  • Cobalah untuk banyak mengonsumsi sayuran (terutama sayuran hijau dan kuning), buah-buahan, dan gandum yang kaya serat. Serat dapat membantu mencegah dan meringankan sembelit karena dapat membantu mempermudah usus membersihkan sisa-sisa kotoran yang sulit untuk dikeluarkan.
  • Hindari rokok dan minum alkohol. Terbiasa minum minuman keras dapat meningkatkan risiko kanker usus hingga  2-3 kali lipat, sementara kebiasaan merokok meningkatkan risiko kanker lambung.
  • Banyak-banyak mengonsumsi ikan laut karena ternyata dapat menurunkan risiko kanker usus dan kanker rektum.
  • Perbanyak konsumsi makanan tinggi asam folat dan jangan kebanyakan makan lemak hewani. terutama yang bersumber dari daging merah.
  • Jagalah kebersihan makanan dan tangan anda. Cucilah tangan anda sebelum dan sesudah makan. 
  • Jagalah pula kebersihan air minum dan sanitasi Anda. Sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri. Konsumsi air minum yang kotor juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi E. coli.
like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK