Beberapa Gejala Pertanda Adanya Infeksi pada Usus Buntu

Semua orang tentu tidak mengharapkan dirinya sakit. Karena sakit adalah suatu kondisi yang tidak mengenakan, terlebih sakit yang dirasakan di dalam badan.

Ilustrasi sakit usus buntu (enaksehat.com)

Nusantaratv.com - Semua orang tentu tidak mengharapkan dirinya sakit. Karena sakit adalah suatu kondisi yang tidak mengenakan, terlebih sakit yang dirasakan di dalam badan, kita tidak tahu apa penyebabnya namun kita menjadi tidak nyaman karenanya.

Seperti saat menderita sakit perut, kita akan gelisah karena tidak tahu apa penyebabnya, terkadang kita menjadi panik hingga stres karena rasa takut, apakah itu karena asam lambung, maag, keracunan makanan, kram perut, atau sesuatu yang lebih parah lagi.

Rasa sakit pada perut juga bisa terjadi karena adanya infeksi pada usus buntu. Usus buntu bentuknya hanya seperti kantung tipis yang nempel di usung usus besar dan letaknya di bagian kanan bawah perut. Namun meski bentuknya kecil, usus buntu dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Baca Juga: Obat Ini Diklaim Ampuh Sembuhkan Pasien Covid-19

Usus buntu bisa berbahaya apabila mengalami peradangan dan pembengkakan karena proses pencernaan yang tersumbat. Peradangan usus buntu ini juga dikenal dalam bahasa kedokterannya yaitu Apendisitis.

Dikutip dari Self.com, Kyle Staller, MD, MPH, Gastroenterologist at Massachusetts General Hospital, menjelaskan bahwa peradangan pada usus buntu adalah peradangan yang terjadi pada organ tak berguna, berbentuk kerucut dan menggantung di sisi kanan usus besar.

ilustrasi usus buntu (abulyatama.c.id)

“Penyebab radang usus buntu tidak selalu jelas. Dalam banyak kasus, usus buntu tersumbat dikarenakan banyak kotoran, sehingga menjadikannya bengkak dan terinfeksi,” katanya.

Gejala Usus Buntu
Berikut beberapa gejala usus buntu yang menimbulkan rasa sakit pada perut.

1. Nyeri Perut Tak Tertahankan

Kalau tiba-tiba perut terasa nyeri yang parah, bisa jadi itu gejala awal usus buntu. Biasanya rasa sakit ada di sekitar pusar, dan makin lama berpindah ke kanan bawah perut.

Baca Juga: Jangan Stres dan Parno! Ini Penjelasan Ilmiah Mengenai Covid-19 dari Ahli Virus dr. Moh. Indro Cahyono

Nyeri tersebut akan menjadi lebih intens dalam beberapa jam ke depan dan menjadi lebih menyeramkan ketika seseorang yang usus buntu bergerak atau beraktivitas, mengambil napas dalam-dalam, batuk dan juga bersin.

2. Masalah Pencernaan
Gejala lainnya adalah munculnya rasa mual dan ingin muntah. Rasa mual ini dapat muncul berkali-kali setelah munculnya nyeri perut. Nafsu makan pun terkadang hilang karena perut terasa penuh, kembung dan merasa bahwa tidak bisa makan.

Ilustrasi sakit usus buntu (klikherbal21.com)

3. Kontipasi atau Diare
Selain mual dan muntah, masalah pencernaan lain yang dirasakan sebagai gejala usus buntu adalah konstipasi atau sembelit dan susah buang angin atau bahkan sebaliknya, diare.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, usus buntu bekerja dengan membuat lendir. Lendir kemudian bergerak melalui lumen atau bagian dalam usus buntu dan bermuara di usus besar, yaitu tempat di mana kotoran berubah dari cair menjadi padat.

4. Demam
Karena terjadi infeksi di daerah usus buntu, tubuh pun menjadi demam dengan suhu bisa mencapai 37 derakat celcius. Kalau rongga usus buntu pecah, demam pun akan bertambah tinggi.

Baca Juga: WHO: Awas Varian Covid Baru yang Lebih Berbahaya

Usus buntu dapat menyerang siapa saja, termasuk seorang atlet sekalipun. Peradangan pada usus buntu itu bisa terjadi lebih dari satu kali. Jika seseorang sembuh dari radang usus buntu tanpa operasi, sangat memungkinkan penderita mengalami serangan serupa di kemudian hari.

“Jika rasa sakitnya tidak membaik dan bahkan terus memburuk, maka sekarang saatnya untuk pergi ke unit gawat darurat dan bertemu dengan ahli bedah terbaik di sana,” ujar David Renton, dokter spesialis bedah pencernaan di Wexner Medical Center, Ohio State University.

Sumber: orami.co.id

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK