Ribuan Dokter di India Mogok Kerja

Para dokter yang menuntut keamanan yang lebih baik mulai mogok tetapi tindakan mereka terbatas pada negara sampai Menteri Benggala Barat Mamata Banerjee mengatakan pada mereka, bahwa polisi tidak akan mogok ketika salah satu dari mereka terbunuh.
Ribuan Dokter di India Mogok Kerja
Tajmahal, India (foto : enozom.com

New Delhi, Nusantaratv.com -Ribuan dokter di India melakukan pemogokan kerja pada Jumat (14/6/19) dan membuat sejumlah fasilitas kesehatan lumpuh. Diduga mereka menuntut keamanan yang lebih baik di rumah sakit tempat mereka bekerja pasca beberapa hari yang lalu seorang dokter di kota Kolkata mendapat penyerangan. 

 

 

 Rupak De Chowdhuri Negara bagian Benggala Barat, di mana Kolkata adalah ibu kotanya, telah menjadi yang paling parah dilanda pemogokan dengan sedikitnya 13 rumah sakit pemerintah yang terkena dampak. Protes dipicu oleh serangan di NRS Medical College di Kolkata pada 10 Juni lalu yang menyebabkan tiga dokter junior terluka serius setelah perselisihan dengan keluarga yang kerabatnya telah meninggal. 

 

Para dokter yang menuntut keamanan yang lebih baik mulai mogok tetapi tindakan mereka terbatas pada negara sampai Menteri Benggala Barat Mamata Banerjee mengatakan pada mereka, bahwa polisi tidak akan mogok ketika salah satu dari mereka terbunuh. 

 

Pernyataan Banerjee, yang termasuk peringatan bahwa dokter junior akan diusir dari asrama kampus mereka jika mereka tidak kembali bekerja, memicu reaksi nasional.

 

Asosiasi Medis India mengatakan serangan "biadab" di NRS mencerminkan masalah nasional, dan menyerukan protes di seluruh negeri. Itu juga menuntut undang-undang untuk melindungi dokter. 

 

 

Hampir 30.000 dokter melakukan pemogokan serentak pada hari Jumat, sebagian besar di Benggala Barat, New Delhi dan negara bagian barat Maharashtra, menurut angka yang dibuktikan oleh asosiasi medis. 

 

Menteri kesehatan federal, Harsh Vardhan, mencoba menenangkan kehebohan, menjanjikan keamanan yang lebih baik di rumah sakit dan menyerukan Banerjee untuk menarik ultimatumnya. 

 

“Saya mendesak dokter untuk mengakhiri pemogokan mereka demi kepentingan masyarakat yang lebih besar. Saya akan mengambil semua langkah yang mungkin untuk memastikan lingkungan yang aman bagi mereka di rumah sakit di seluruh negeri, ”kata Vardhan di Twitter. 

 

Dilaporkan, India menghabiskan sekitar 1,4% dari produk domestik bruto untuk perawatan kesehatan pada 2017 hingga 2018, di antara proporsi terendah di dunia. Jutaan orang India bergantung pada sistem kesehatan masyarakat yang murah tapi tidak memadai. 

 

Sumber :Reuters

Terjemahan : (NTV /Cal) 



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0