Pemimpin Hong Kong Sebut Akan Segera Pulihkan Situasi Kota Usai Demonstrasi

Komentarnya diikuti oleh perkembangan serius dalam krisis yang berkembang selama seminggu terakhir. Beijing mengatakan pada hari Senin bahwa protes telah mulai menunjukkan "kecambah terorisme", dan bandara kota ditutup dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memaksa ratusan pembatalan penerbangan.
Pemimpin Hong Kong Sebut Akan Segera Pulihkan Situasi Kota Usai Demonstrasi
Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam ( time magazine)

Hong Kong, Nusantaratv.com -Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan pada hari Selasa (13/8/19) bahwa pemulihan kota Hong Kong dari protes yang telah menyapu pusat keuangan Asia itu bisa memakan waktu lama dan dia juga akan bertanggung jawab untuk membangun kembali ekonominya setelah kekerasan mereda.

 Komentarnya diikuti oleh perkembangan serius dalam krisis yang berkembang selama seminggu terakhir. Beijing mengatakan pada hari Senin bahwa protes telah mulai menunjukkan "kecambah terorisme", dan bandara kota ditutup dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memaksa ratusan pembatalan penerbangan.

  Ketika dia berbicara kepada wartawan, suaranya pecah dengan emosi pada satu titik, Dia mengatakan kekerasan oleh pengunjuk rasa telah mendorong Hong Kong ke negara yang panik dan kacau. 

 Bandara Hong Kong bertujuan untuk memulihkan layanan normal tetapi lebih banyak protes direncanakan Pemimpin Hong Kong mengatakan aturan hukum sedang rusak, pemulihan kota akan memakan waktu lama "Hong Kong, sebagai kota yang terbuka, bebas, sangat toleran, dan stabil secara ekonomi akan melihat luka parah. 

"Pemulihan mungkin memakan waktu lama," katanya. 

Demonstrasi yang semakin keras telah menjerumuskan wilayah yang dikuasai Cina ke dalam krisis paling serius dalam beberapa dekade, menghadirkan pemimpin China Xi Jinping dengan salah satu tantangan terbesarnya sejak ia berkuasa pada 2012.

 Protes dimulai sebagai penentangan terhadap RUU yang sekarang ditangguhkan yang akan memungkinkan ekstradisi ke daratan Cina bagi mereka yang menghadapi tuntutan pidana tetapi telah tumbuh menjadi seruan yang lebih luas untuk demokrasi. 

Demonstran mengatakan mereka memerangi erosi pengaturan "satu negara, dua sistem" yang mengabadikan beberapa otonomi bagi Hong Kong ketika Cina mengambilnya kembali dari Inggris pada tahun 1997. 

Mereka juga mengatakan polisi telah menggunakan kekuatan berlebihan, menembakkan gas air mata dan pelet kantong kacang dari jarak dekat, dan menyerukan penyelidikan independen terhadap krisis tersebut. 

"Aku meminta semua orang mengesampingkan perbedaan kita dan tenang, luangkan waktu sebentar untuk melihat kota kita, rumah kita. Bisakah kita tahan untuk mendorongnya ke dalam jurang dan melihatnya hancur berkeping-keping?" Kata Lam.

 

Sumber : Reuters

Terjemahan : (NTV/Cal) 



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0