Giliran Bangladesh Berencana Larang Penggunaan Vape

Bangladesh berencana untuk melarang penjualan dan penggunaan rokok elektronik atau Vape.
Giliran Bangladesh Berencana Larang Penggunaan Vape
Ilustrasi (hipwee)

Dhaka, Nusantaratv.com - Bangladesh berencana untuk melarang penjualan dan penggunaan rokok elektronik atau Vape. Langkah tersebut diambil Bangladesh di tengah ramainya pelarangan serupa di beberapa negara di dunia.

Hal itu diungkapkan seorang pejabat kesehatan, pada Minggu (1/12/19).

Baca Juga : Susah Cari Kerja, Ratusan Sarjana di India Antre Wawancara jadi Petugas Kebersihan

“Kami secara aktif berupaya untuk melarang produksi, impor, dan penjualan rokok elektrik dan semua tembakau vape untuk mencegah risiko yang membahayakan kesehatan,”kata Shaikh Yusuf Harun, Sekretaris Divisi Pendidikan Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga seperti dilansir Reuters.

Larangan penggunaan rokok elektrik akan dimasukkan dalam kebijakan pengendalian tembakau 2019.

Kebijakan tersebut sedang disusun oleh pemerintah dan akan diajukan ke parlemen untuk dimintakan persetujuannya, kata Yusuf Harun.

Melansir VOA, rokok elektrik sangat mudah ditemukan di Bangladesh.

India, yang memiliki populasi perokok dewasa terbesar kedua di dunia, telah resmi melarang penjualan rokok elektrik pada bulan Oktober.

Pejabat kesehatan masyarakat di Amerika Serikat merekomendasikan pelarangan penggunaan vape setelah adanya kasus 12 kematian dan 805 kasus penyakit akibat mengkonsumsinya.(Cal)

 

 



Reaksi Kamu

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
2