Epidemi Demam Berdarah Membayangi Filipina Sejak Awal Tahun

Epidemi demam berdarah nasional telah diumumkan di Filipina, di mana 622 orang telah meninggal karena penyakit yang ditularkan nyamuk itu sejak Januari 2019 dan mengakibatkan jutaan lainnya dalam bahaya.
Epidemi Demam Berdarah Membayangi Filipina Sejak Awal Tahun
Filipina (punters.com)

Manila, Nusantaratv.com - Epidemi demam berdarah nasional telah diumumkan di Filipina, di mana 622 orang telah meninggal karena penyakit yang ditularkan nyamuk itu sejak Januari 2019 dan mengakibatkan jutaan lainnya dalam bahaya.

Dari awal tahun hingga 20 Juli, telah tercatat lebih dari 146.000 kasus - peningkatan 98% dari periode waktu yang sama tahun lalu, menurut Departemen Kesehatan negara itu.

Demam berdarah menyebabkan gejala seperti flu, termasuk sakit kepala yang menusuk, nyeri otot dan persendian, demam dan ruam seluruh tubuh.

Dari jutaan orang yang terinfeksi setiap tahun di seluruh dunia, diperkirakan 500.000 mengembangkan gejala parah yang memerlukan rawat inap, dan dari mereka sekitar 12.500 orang meninggal, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga : Delapan Orang Tewas dan 25 Dilaporkan Hilang dalam Insiden Kapal Terbalik di India

Filipina telah mengumumkan peringatan demam berdarah nasional hanya bulan lalu setelah melaporkan lebih dari 450 kematian - tetapi para pejabat mengatakan demam berdarah itu terlokalisasi.

Dengan hampir dua ratus kematian tambahan dalam sebulan terakhir, krisis sekarang telah meningkat menjadi epidemi nasional. Epidemi itu dideklarasikan untuk memungkinkan lembaga pemerintah mengidentifikasi lebih baik di daerah berisiko, kata pernyataan kementerian kesehatan.

"Adalah penting bahwa epidemi nasional dideklarasikan di daerah-daerah ini untuk mengidentifikasi di mana respons lokal diperlukan, dan untuk memungkinkan unit pemerintah lokal menggunakan Dana Respons Cepat mereka untuk mengatasi situasi epidemi," kata Menteri Kesehatan Francisco Duque dalam pernyataannya.

Epidemi telah dinyatakan di tujuh dari 17 wilayah negara: Calabarzon, Mimaropa, Bicol, Visayas Barat, Visayas Timur, Semenanjung Zamboanga, dan Mindanao Utara. Bersama-sama, wilayah ini adalah rumah bagi lebih dari 40 juta orang, sekitar 40% dari populasi Filipina.

Beberapa daerah lain seperti Visayas Tengah dan Ilocos berisiko tinggi dengan ribuan kasus dilaporkan, meskipun belum melewati ambang epidemi.

Sejak Juli, pejabat kesehatan telah bekerja untuk memerangi penyebaran infeksi virus. Mereka mengerahkan ratusan dokter dan perawat ke rumah sakit provinsi dan kabupaten, dan menyediakan dana darurat untuk daerah yang terkena dampak, di antara langkah-langkah lain, menurut Departemen Kesehatan.

Filipina menjadi negara pertama di Asia yang menyetujui penggunaan vaksin Dengvaxia, vaksin demam berdarah pertama dan satu-satunya di dunia yang dibuat oleh perusahaan farmasi Prancis Sanofi Pateur, pada tahun 2016.

Sumber : CNN
Terjemahan : (NTV/Cal)