Aset Koruptor Diusulkan Dipakai untuk Biayai Badan Riset

Karena biaya riset dinilai cukup besar

Ilustrasi. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan melebur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

Penyebabnya, dia ingin Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terpisah dari Kemenristek. 

Komunikolog Emrus menyarankan badan tersebut nantinya tetap berada di bawah Kemendikbudristek. 

"Selain itu, perlu diangkat seorang Kepala Badan Riset dan Teknologi Nasional (Baristeknas) di bawah Kemendikbudristek untuk menangani secara khusus bidang riset dan teknologi untuk mengejar ketertinggalan negeri ini dari negara-negara tetangga dalam jangka pendek," ujar Emrus dalam keterangannya, Kamis (16/4/2021). 

Demi mengejar ketertinggalan riset dan teknologi, Emrus mengusulkan posisi kepala badan tersebut diduduki individu yang memiliki visi, misi, program dan strategi yang operasional. 

"Sehingga Indonesia bisa segera setara dengan negara Malaysia, Singapura, Korea Selatan, China, dan Thailand dalam bidang riset dan teknologi di akhir masa pemerintahan Jokowi periode kedua ini," kata dia.

Guna mendukung pencapaian tersebut, pemerintah harus mengalokasikan anggaran yang besar untuk badan riset. Meski begitu, hal ini dianggap sebanding dengan hasil dan manfaat yang nantinya dirasakan oleh rakyat. 

"Untuk itu, pemerintah sejatinya mengalokasikan dana yang besar atau kalau boleh penyediaan biaya tanpa batas. Semua biaya riset dan penemuan teknologi ditanggung oleh negara. Hasilnya diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat dan industri untuk dimanfaatkan," papar Emrus. 

Karena biayanya cukup besar, menurut Emrus ada dua sumber utama yang bisa digunakan untuk anggaran riset nantinya. Salah satunya dari BUMN. 

"Bisa saja sejumlah persentase (%) tertentu dari keuntungan dan memindahkan seluruh tunjangan serta bonus, pejabat, direksi dan komisaris semua BUMN untuk dialokasikan ke Baristeknas. Sebab, mereka di BUMN sudah memperoleh gaji yang sangat besar," papar dia. 

Kedua, lanjut Emrus dari dana pengembalian hasil korupsi dan semua barang sitaan dari para koruptor. 

"Karena itu, barang sitaan harus dijaga sehingga tidak boleh dicuri oleh siapa pun," tandas dosen Universitas Pelita Harapan ini.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK