Anak Polisi yang Orang Tuanya Meninggal Akibat Covid-19 Terima Beasiswa Hingga Sarjana

LQ Indonesia Law Firm Salurkan Beasiswa Kepada Anak Dari Anggota Kepolisian yang Meninggal Akibat Covid-19

Pemberian beasiswa kepada anak dari anggota Kepolisian yang meninggal akibat Covid-19. (Istimewa)

Nusantaratv.com - Banyak masyarakat terdampak akibat pandemi Covid-19. Tak hanya ekonomi, dampak kesehatan juga mereka rasakan. Kondisi ini terjadi di semua kalangan, tak terkecuali kalangan Kepolisian. 

Guna meringankan beban mereka, LQ Indonesia Law Firm memberikan sejumlah donasi. LQ yang dikenal tak segan memberikan kritik baik terhadap Polri maupun pimpinannya ini, memberikan beasiswa terhadap anak dari anggota Kepolisian yang meninggal dunia akibat virus corona, saat menjalankan tugasnya. 

"Ada orang memandang LQ Indonesia Law Firm sebagai law firm vokal dan sering menyudutkan Kepolisian dan terakhir kali bahkan statement LQ Indonesia dianggap keras dan kasar terhadap Kepolisian. Saya tegaskan, LQ tidak benci kepada Kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya, LQ benci kepada oknum," ujar Ketua Pengurus LQ Indonesia Law Firm, Alvin Lim, Kamis (5/3/2021). 

"Di saat pandemi, ada oknum yang malah menyengsarakan masyarakat dan ada oknum polisi diduga melindungi kriminal, ini apakah manusia? Di mana hati nuraninya? Saat pandemi ini sebenarnya adalah waktu bagi masyarakat dan setiap rekan law firm lainnya, mari kita berpartisipasi bantu ringankan masyarakat yang terdampak Covid-19," imbuhnya. 

Beasiswa diberikan kepada tiga anak polisi. Bantuan biaya pendidikan itu diberikan mulai SD, hingga nantinya lulus perguruan tinggi atau S1. 

"Karena ayah dan ibu mereka adalah polisi aktif yang gugur dalam bertugas karena kena Covid-19. Covid-19 sudah merengut nyawa orangtua mereka yang adalah pahlawan 'fallen angel'. Dimana orang lain bisa di rumah dan terhindar dari Covid-19 sedangkan bagi orangtua mereka, polisi harus bertugas menegakkan hukum," papar Alvin.

"Saya salut dan angkat topi kepada tiga polisi ini, saya kagum kepada polisi yang pahlawan ini. Sehingga jangan sampai anak-anak pahlawan ini sudah sedih kehilangan orangtua, dan harus putus sekolah," lanjutnya. 

"LQ berinisiatif memberikan beasiswa kepada tiga anak almarhum polisi ini agar mereka bisa berkembang, kuliah dan ke depannya bisa berguna dan berbakti bagi masyarakat dan negara," sambung Alvin. 

Selama masih berdiri, LQ siap menjamin beasiswa ketiga anak. Bahkan mereka juga akan memperluas pemberian beasiswa ke keluarga institusi penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaan, Kehakiman hingga TNI, yang memang menjadi korban keganasan virus corona. 

"Kepolisian adalah partner kami, institusi Polri harus dicintai masyarakat. Masyarakat harus bedakan antara institusi Polri dan oknum Polri. Kapolri banyak PR dan harus berbenah agar institusi Polri bisa makin dicintai masyarakat. Jika oknum dibiarkan maka reputasi dan wibawa Polri akan hancur. Itu yang kami jaga agar jangan sampai terjadi," jelas Alvin. 

Sementera itu, Wakil Ketua LQ Indonesia Law Firm Leo Detri menambahkan, beasiswa yang mereka berikan menjadi langkah awal bagi LQ dalam mendukung pemerintah. Upaya ini sudah menjadi kewajiban mereka. 

"Kami tahu pemerintah banyak pekerjaan, dan akan lebih mudah jika unsur-unsur masyarakat mau dan bersedia mengulurkan tangan. Sekaranglah kesempatan kita untuk membantu pemerintah. Sudah menjadi salah satu dari delapan pakta integritas LQ Indonesia Law Firm yaitu 'welfare' dimana LQ bertujuan membantu masyarakat mewujudkan kesejahteraan," jelasnya. 

Sedangkan Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Immanudin, mengucapkan terima kasih kepada LQ atas beasiswa kepada keluarga anggotanya. 

"Dengan adanya beasiswa ini, anak-anak anggota kami yang gugur dalam bertugas terjamin nasib pendidikannya. Saya harap agar jiwa sosial dan kepedulian ini bisa menular ke masyarakat dan donatur lainnya. Kami sebagai polisi sering kali ada di garis depan ketika pandemi Covid-19 menyerang karena kejahatan tidak pernah tidur. Terima kasih LQ Indonesia Law Firm," kata dia. 

Pemberian beasiswa dilakukan secara simbolik. Ditandai dengan diberikannya jaket LQ kepada ketiga anak penerima beasiswa oleh Kapolres Tangsel. 

Di sisi lain, dalam kesempatan itu, Alvin sempat ditanya wartawan mengenai bantahan pihak tertentu jika bos atau pendiri Koperasi Simpan-Pinjam (KSP) Indosurya Cipta, Henry Surya, dijadikan 'ATM berjalan' oleh oknum, dia menyarankan pertanyaan itu diajukan kepada penyidik yang menangani, maupun pimpinannya. 

"Baiknya ditanyakan kepada para penyidik, atasan penyidik dan seluruh tim yang mengurus, biar mereka saja yang jawab dan berikan statement. Jika Henry Surya merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya, sebaiknya laporkan saja pihak-pihak tertentu itu ke Kepolisian lah," kata dia. 

"Lawyer si tersangka HS ini lawyer top dan senior, jadi mudah bagi pendiri Koperasi Indosurya untuk melaporkan. Tapi sebelum lapor, coba tanyakan ke ahli pidana, yang namanya tersangka itu apa masih ada nama baik? Jadi kalau namanya sudah jelek dan tercemar apa masih bisa dibilang mencemarkan nama baik? Suruh Henry Surya dan anggota Koperasi Indosurya nonton acara 'Cerdas Hukum' agar pintar hukum lah," tukas Alvin. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK