Ada di Papua, Pohon Pisang Raksasa, Miliki Tinggi 25 Meter

Pohon dan buah Pisang Raksasa

Nusantaratv.com - Pernah melihat buah pisang seukuran bayi? Kalau belum coba datanglah ke kabupaten Fakfak di Papua. Belum ada di tempat lain, pohon pisang raksasa ini memiliki nama latin Musa Ingens, dan tingginya dapat mencapai 25 meter.

Berikut beberapa fakta tentang pohon pisang raksasa yang tumbuh di Papua.

1. Merupakan pohon endemik Papua

Ditemukan hanya di Papua, dari Data Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manokwari, menyebutkan bahwa pohon pisang raksasa ini adalah pohon endemik tanah Papua. Memiliki nama latin Musa Ingens, jenis pohon ini hanya ditemukan di kampung Kwau dan wilayah Pegunungan Arfak.

2. Pertama kali ditemukan

Pisang raksasa ini pertama kali ditemukan oleh Womersley, J.S dan Simmonds N.W. pada 22 Desember 1954 di New Guinea. Lalu disimpan sebagai spirit colection pada Herbarium Kew Inggris. Kemudian seorang profesor dan peneliti bernama Jeff Daniels menemukan pohon ini kembali pada 1989,  yang kemudian berhasil mendapat paten atas temuannya 3 tahun kemudian.

Baca Juga: 21 April: Selamat Hari Kartini

Saat pertama kali ditemukan di Fakfak Papua, ukurannya sangat mengejutkan banyak orang. Bahkan hingga kini masih ada orang yang mengira bahwa pisang sebesar itu hanyalah hasil dari editan photoshop.

Foto tinggi pohon pisang raksasa

3. Ciri-ciri Musa Ingens

Sebagai pohon pisang raksasa, Musa Ingens biasanya memiliki diameter batang hingga 70 cm dengan tinggi hingga 10–15 meter. Namun ada juga Musa Ingens yang tumbuh hingga memiliki diameter 1-1,5 meter dengan tinggi pohon sekitar 25 meter bahkan lebih.

Meski bentuk daunnya tidak jauh berbeda dengan daun pisang biasa, namun memiliki ukuran yang fantastis, layaknya pohon raksasa. Bagaimana tidak, panjang pelepah daun pohon ini bisa sampai 5-6 meter, dengan lebar daun 1 meter.

Sedangkan untuk buah, Musa Ingens mampu menghasilkan setandan pisang seberat 60 kilogram. Panjang buahnya 18-20 cm dan berdiamater 4-6 cm. Tentu saja ukuran ini jauh berbeda dengan buah pisang biasa.

Saking besarnya, satu buah pisang Musa Ingens bisa dimakan hingga 5-8 orang. Karena ukurannya besar, banyak yang menyamakan pisang ini seukuran anak bayi.

Baca Juga: Sepak Terjang Soesalit, Anak Semata Wayang RA Kartini

Seperti layaknya buah pisang, saat masih muda kulit buah pisang ini berwarna hijau dan saat matang berwarna kuning. Namun sayang rasa dari buah pisang Musa Ingens hambar dan tidak dapat dikonsumsi layaknya buah pisang pada umumnya. 

Selain rasanya yang hambar, buah pisang Musa Ingens memiliki biji yang cukup banyak. Musa Ingens tumbuh di pegunungan di ketinggian 1.000-1.700 mdpl. Musa Ingens biasanya tumbuh bergerombol atau terpisah dan biasa berasosiasi dengan jenis Lithocarpus rufovillosus, Musa arfakiana, Musa balbisina, Dodonaea viscos, Piper umbellatum dan Alphitonia macrocarpa.

Buah pisang raksasa

4. Sulit di kembang biakan

Tidak seperti pohon pisang biasa yang mudah berkembang biak, Musa ingens sangat sulit berkembang biak. Meski berkembang juga melalui tunas yang muncul dari bonggolnya, namun tunas musa ingens sangat jarang tumbuh.

Selain itu, ada juga yang mengatakan kalau pisang raksasa ini bisa berkembang biak melalui biji yang keras yang terdapat pada buahnya. Namun untuk berkecambah, biji pisang ini membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Setelah menjadi kecambah, barulah tunas akan tumbuh pelan-pelan menjadi anakan pisang. Belum lagi menunggu pohon tumbuh dan siap berbuah. Itulah sebabnya kenapa tak banyak yang membudidayakan pisang musa ingens.

Baca Juga: Bagaimana Mengetahui Ada Kamera Tersembunyi di Kamar Hotel

5. Dinobatkan sebagai pisang terbesar didunia

Dari tampilan fisiknya yang cukup besar dengan tinggi rata-rata mencapai 25 meter, bahkan ada yang 30 meter, Musa Ingens dinobatkan sebagai pohon pisang terbesar di dunia. 

Warga yang hendak mengambil buah pisang ini, harus menyiapkan tangga yang tinggi agar dapat memetik buah pisang ini.

Perbandingan tinggi pohon pisang raksasa dengan manusia

6. Buah pisang yang tidak dikonsumsi

Meskipun buah pisang raksasa ini bisa dimakan hingga lebih dari 3 orang, namun oleh masyarakat buah pisang ini tidak dikonsumsi. Selain karena memiliki biji yang banyak rasanya juga kurang sedap. Selain itu, buah pisang raksasa atau yang mereka sebut dalam bahasa lokal dengan ndowin atau apit sepoh ini tidak mereka konsumsi karena dianggap pamali. Mereka hanya pakai untuk kegunaan lain seperti obat-obatan.

Warga setempat hanya sering menggunakan daunnya untuk atap rumah darurat di hutan, alas duduk ataupun alas makanan. Sedangkan pelepah, digunakan untuk menyimpan hasil buruan atau hasil kebun.

7. Sebaran Musa Ingens

Sebagai pohon endemik Papua, sebaran Musa Ingens tentu hanya ditemukan diwilayah Papua, itu pun hanya di beberapa daerah saja. Daerah-daerah tersebut meliputi Manokwari (Cagar Alam Pegunungan Arfak), Kaimana, Teluk Wondama dan Fak-Fak (Cagar Alam Fak-Fak Tengah). Juga di Kabupaten Yapen (Cagar Alam Yapen Tengah) dan di Kabupaten Tambrauw (Banfot dan Esyom Muara Kali Ehrin).

Baca Juga: Allah Hanya Memanggil Kita Tiga Kali

Selain itu, biasanya, pisang raksasa ini tumbuh di hutan sekunder atau hutan bekas kebun dan kanan kiri jalan dengan tanah bersubstrat atau solum tanah dalam.

8. Termasuk tanaman langka

Karena perkembangbiakannya sulit, tanaman ini masuk ke dalam tanaman langka. Hingga kini belum ada budidaya secara resmi yang dilakukan masyarakat maupun pemerintah setempat karena belum diketahui manfaatnya secara pasti.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai Musa Ingens, pohon pisang raksasa yang hanya tumbuh di Papua. Bagaimana guys? Apakah kalian masih mengira kalau pohon pisang raksasa ini hanya editan photoshop?

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK