75 Pegawai Diminta Patuhi Hasil Rapat KPK dan KemenpanRB-BKN

Hal ini disampaikan pakar hukum pidana Prof Romli Atmasasmita

Ketua KPK Firli Bahuri. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pakar hukum pidana Prof Romli Atmasasmita mengatakan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang gagal dalam tes wawan kebangsaan (TWK), sebaiknya mengikuti putusan rapat bersama Kemenpan-RB dan BKN.

“Tentu keputusan terakhir tadi sore, saya minta semua pejabat pemerintah di negeri ini harus solid mendukung keputusan ini jangan ada satu pun pejabat yang membelakangi anjuran Presiden jangan dibelakangi jangan mengambil keuntungan dalam keputusan orang jangan mengambil kesempatan dan ketenaran,” paparnya.

Romli pun tak meragukan soal tes kebangsaan tersebut. Sebab, menurutnya soal TWK sudah seusai prosedur. Jika ada yang gagal dalam tes, kata dia besar kemungkinan orang tersebut memang belum bisa menjawab pertanyaan dengan benar.

“Terakhir saya baca dari 75 akhirnya sisa 24 51 keluar gitu kan setelah dirapatkan yang 51 sudah dari zonanya tidak beres pintar tapi jadi pintarnya nggak benar kita nggak butuh orang pintar tapi nggak benar,” jelasnya.

Romli juga menyinggung terkait nasionalisme yang harus menjadi sikap wajib dari setiap bagian warga negara, utamanya adalah aparatur sipil negara (ASN).

“Ini harus dihormati jadi bukan hanya ASN tapi semua warga negara Indonesia itu harus setia apalagi ASN KPK yang lembaga hebat gitu jadi wajib merah putih,” ungkapnya.

Di samping itu, Romli juga mengapreasi sikap kepemimpinan Ketua KPK Firli Bahuri dalam menegakkan UU KPK yang baru dan juga HAM. Menurut Romli era KPK saat ini sudah sesuai dan tetap menghormati HAM.

“Nah Pak Firli ini berubah karena UU terbaru 2019 disebutkan tugas KPK selain nangkap orang, penyelidikan penyidikan juga harus menghormati HAM disebut di UU itu jadi berubah Pak Firli,” tambahnya.

Romli mengatakan 24 pegawai KPK yang mendapatkan kesempatan kedua, harus dites kembali setelah melaksanakan pendidikan kedinasan. Sehingga diharapkan didapatkan pegawai KPK yang cerdas dan juga memiliki sikap yang baik.

“Nanti keliatan dari 24 mungkin bisa turun nggak mungkin nambah karena pendidikan dinas diuji lagi mungkin turun jadi 10 kita tidak tahu hasil tapi dia ingin ikuti pendidikan itu itikad baik bahwa dia bersedia ikut bagus tergantung dia setelah pendidikan,” pungkasnya. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK