5 Induksi Persalinan Alami yang Bikin Salam Paham

Saat persalinan, terkadang terjadi kemacetan, atau tertunda, sehingga seorang ibu yang hendak melahirkan harus dibantu dengan induksi.

Ibu hamil
Nusantaratv.com - Setiap ibu hamil tentu menginginkan persalinannya kelak berjalan dengan aman dan lancar. Namun terkadang, proses persalinan tidak berjalan seperti yang diharapkan. Saat persalinan, terkadang terjadi kemacetan, atau tertunda, sehingga seorang ibu yang hendak melahirkan harus dibantu dengan induksi
 
Namun tahukah Ibu, bahwa beberapa cara induksi persalinan alami yang sudah disarankan secara turun temurun ternyata kurang efektif mempercepat persalinan?
 
Induksi persalinan bertujuan untuk memperlancar proses persalinan. Induksi dilakukan untuk merangsang produksi hormon oksitosinguna memicu kontraksi pada rahim. Semakin cepat kontraksi berlangsung, diyakini jalan lahir bayi pun semakin terbuka sehingga memperlancar proses persalinan.
 
Selama ini ada beberapa mitos persalinan yang dipercaya dapat mempercepat proses kelahiran, namun ternyata hal itu hanyalah mitos. Berikut beberapa mitos induksi persalinan alami yang diyakini selama ini.
 
1. Berhubungan seks
 
Selama ini ada pemahaman melakukan hubungan seks saat hamil tua akan mempercepat kontraksi datang lebih cepat. Hal ini dikarenakan air mani pria mengandung hormon prostaglandin yang membantu melembutkan dan membuka leher rahim sehingga mempercepat pembukaan.

Ilustrasi, ibu menyusui
Beberapa dokter mengatakan bahwa melakukan hubungan seks saat hamil tua merupakan mitos induksi persalinan yang semestinya tidak dijadikan sebagai acuan. Hal ini dikarenakan tidak semua ibu hamil boleh berhubungan intim saat mendekati persalinan. Terlebih bagi ibu hamil yang telah mengalami pecah ketuban, perdarahan, atau berisiko persalinan prematur.
 
Selain itu, belum ada penelitian medis yang membuktikan bahwa hubungan intim dapat mempercepat kontraksi rahim.
 
2. Stimulasi puting
 
Seorang dokter kandungan dari UCLA Medical Center di Santa Monica, Aldo Palmieri, M.D, menyarankan tidak melakukan stimulasi puting di rumah dengan alasan untuk induksi alami. 
 
Cara merangsang puting seperti seorang bayi menghisap puting dapat menyebabkan pelepasan hormon oksitosin secara berlebihan. Hal ini dapat memicu kontraksi berlebihan dan berpotensi tidak aman bagi ibu dan bayi. 
 
Selain memicu kontraksi berlebihan, bayi dalam kandungan bisa stres yang ditandai dengan melemahnya denyut jantung yang melambat. Sebaiknya apa pun konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

3. Minyak jarak
 
Tanpa disadari, masih banyak ibu hamil yang mempercayai mitos induksi persalinan yang satu ini. Menurut sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan pada jurnal Maternal-Fetal and Neonatal Medicine tahun 2018, ibu hamil yang minum minyak jarak atau castor oil cenderung mengalami kontraksi lebih cepat dan bersalin dalam 24 jam setelahnya.
 
Sayangnya, sampai saat ini belum ada aturan khusus seberapa banyak minyak jarak yang harus dikonsumsi untuk mempercepat persalinan. Jika tidak dilakukan secara hati-hati, kebanyakan minum minyak jarak justru dapat memicu kontraksi yang lebih kuat.
 
Bukannya memberikan efek menguntungkan, aliran darah ke bayi justru jadi menurun. Akibatnya, bayi dalam kandungan jadi kekurangan oksigen dan bisa berakibat fatal jika tidak cepat-cepat ditangani.
 
4. Makan buah nanas
Mitos induksi persalinan dengan makan buah nanas sudah cukup familiar di masyarakat. Konon kabarnya makan buah nanas saat hamil tua bisa memicu kontraksi rahim sehingga ibu bisa cepat melahirkan.
 
Seperti diketahui, nanas memang mengandung enzim bromelain yang dapat melenturkan leher rahim sehingga dapat memicu kelahiran. Namun kontraksi baru dapat terjadi kalau seorang ibu hamil memakan lebih dari satu buah nanas

Ilustrasi, ibu hamil jalan kaki.
Nah, berapa banyak yang pas konsumsi buah nanas untuk memicu kontraksi hingga kini belum ada ketentuan pasti. Karena seorang ibu yang sedang hamil tua juga tidak diperbolehkan makan terlalu banyak buah nanas karena dikuatirkan justru akan memicu diare.
 
5. Mitos atau fakta induksi: jalan kaki
 
Pemahaman yang berkembang di masyarakat, ibu yang sedang hamil tua disarankan untuk sering-sering berjalan kaki agar mudah kontraksi saat persalinan.  
 
Journal Perinatal Education pada 2014 mengungkapkan bahwa sebanyak 32 wanita yang rajin jalan kaki saat hamil, cenderung lebih cepat mengalami kontraksi menjelang persalinan. Sayangnya, banyak dokter yang tidak yakin betul mengenai kaitan antara jalan kaki dengan induksi persalinan.
 
Efek jalan kaki lebih mudah dirasakan saat ibu hamil sudah mulai mengalami kontraksi, bukan untuk merangsang datangnya kontraksi. Pasalnya, gerakan pinggul saat jalan kaki dapat membantu memposisikan kepala bayi ke arah panggul supaya pembukaan berjalan dengan cepat.
 
Namun ingat, perhatikan kemampuan tubuh Anda jangan sampai kelelahan. Simpan energi Anda sebagai persiapan menjelang melahirkan.
 
Sejatinya, satu-satunya metode induksi yang aman dan dapat diandalkan untuk memicu persalinan adalah dengan obat yang diberikan di rumah sakit.
like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK